Gubernur Bali Wayan Koster memberikan briefing kepada jajaran pejabat Pemprov Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Kamis (26/3). Kegiatan ini dihadiri Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta, Sekda Dewa Made Indra, serta pejabat lainnya, baik secara langsung maupun daring. Briefing ini dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan program pembangunan daerah.
Dalam arahannya, Koster menekankan pentingnya kesamaan visi di seluruh jajaran pemerintah. Ia meminta para pejabat memahami konsep “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang tertuang dalam Perda Nomor 4 Tahun 2023 sebagai pedoman pembangunan Bali ke depan.
Menurutnya, setelah satu tahun masa kepemimpinan berjalan, seluruh pegawai harus sudah memahami dan mampu mengimplementasikan visi tersebut secara menyeluruh. Ia menegaskan pentingnya kerja yang terarah agar masyarakat mengetahui tujuan pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah.
Koster juga menyoroti pelaksanaan Pungutan Wisatawan Asing (PWA) yang sudah berjalan sejak 2024. Meski telah menghasilkan ratusan miliar rupiah, tingkat partisipasi wisatawan dinilai masih perlu ditingkatkan melalui evaluasi dan perbaikan regulasi.
Ia memastikan sistem pembayaran PWA dilakukan secara digital sehingga aman dan transparan. Koster juga menanggapi isu negatif yang beredar di media sosial dan meminta seluruh jajaran tetap kompak memberikan penjelasan yang benar kepada masyarakat.
Selain itu, Gubernur memaparkan enam prioritas pembangunan Bali, mulai dari budaya, kesehatan, ekonomi, hingga infrastruktur dan lingkungan. Ia mendorong setiap dinas bekerja lebih progresif, termasuk dalam pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, serta penggunaan energi bersih dan kendaraan listrik demi masa depan Bali yang berkelanjutan.


